Jumat, 10 Oktober 2014

Ruang lingkup dan perkembangan ilmu kimia

Ruang lingkup dan perkembangan ilmu kimia
 
1.1 Ruang Lingkup Ilmu Kimia Definisi :
Secara singkat, Ilmu Kimia adalah ilmu rekayasa materi yaitu mengubah suatu materi menjadi materi yang lain.
Secara lengkap, Ilmu Kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang :
A. Susunan materi = mencakup komponen-komponen pembentuk materi dan perbandingan tiap komponen tersebut.
B. Struktur materi = mencakup struktur partikel-partikel penyusun suatu materi atau menggambarkan bagaimana atom-atom penyusun materi tersebut saling berikatan.
C. Sifat materi = mencakup sifat fisis (wujud dan penampilan) dan sifat kimia. Sifat suatu materi dipengaruhi oleh : susunan dan struktur dari materi tersebut.
D. Perubahan materi = meliputi perubahan fisis/fisika (wujud) dan perubahan kimia (menghasilkan zat baru). 
E. Energi yang menyertai perubahan materi = menyangkut banyaknya energi yang menyertai sejumlah materi dan asal-usul energi itu
 Ilmu Kimia dikembangkan oleh para ahli kimia untuk menjawab pertanyaan apadan mengapatentang sifat materi yang ada di alam.
Pengetahuan yang lahir dari upaya untuk menjawab pertanyaan “apa” merupakan suatu fakta yaitu : sifat-sifat materi yang diamati sama oleh setiap orang akan menghasilkan Pengetahuan Deskriptif.
Pengetahuan yang lahir dari upaya untuk menjawab pertanyaaan “mengapa” suatu materi memiliki sifat tertentu akan menghasilkan Pengetahuan Teoritis. 
 
Perubahan Materi dapat dikaji berdasakan:   
 a. Perubahan Energi yang menyertainya  :
Prosesnya Perubahan sifat-sifat sebelum dan sesudah mengalami perubahan Diperlukan teori yang disebut Termodinamika Kimia. Karena dapat diprediksi perubahan materi yang berlangsung spontan dan perubahan materi yang perlu penanganan lebih lanjut, serta dapat membangun sumber energi baru seperti baterai, accu, reaktor nuklir, dan sumber energi baru lainnya.

b. Prosesnya :
Diperlukan teori yang disebut Kinetika Kimia. Melalui kinetika dapat dipelajari tahap-tahap perubahan suatu materi untuk mempercepat atau memperlambat perubahan materi melalui penambahan katalis atau inhibitor.
 
c. Perubahan sifat – sifat sebelum dan sesudah mengalami perubahan :
Untuk mengetahui sifat-sifat materi, dapat dipelajari dari Struktur Materi. Karena dapat diketahui komposisi materi dan dapat memprediksi sifat-sifat suatu materi. 

Perkembangan Ilmu Kimia
  
1. Sekitar tahun 3500 SM, di Mesir Kuno sudah mempraktekkan reaksi kimia (misal : cara membuat anggur, pengawetan mayat).
2. Pada abad ke-4 SM, para filosofis Yunani yaitu Democritus dan Aristoteles mencoba memahami hakekat materi. o Menurut Democritus = setiap materi terdiri dari partikel kecil yang disebut atom. o Menurut Aristoteles = materi terbentuk dari 4 jenis unsur yaitu : tanah, air, udara dan api.
3. Abad pertengahan (tahun 500-1600), yang dipelopori oleh para ahli kimia Arab dan Persia. o Kimia lebih mengarah ke segi praktis. Dihasilkan berbagai jenis zat seperti : alkohol, arsen, zink asam iodida, asam sulfat dan asam nitrat. o Nama ilmu kimia lahir, dari kata dalam bahasa Arab (al-kimiya = perubahan materi) oleh ilmuwan Arab Jabir ibn Hayyan (tahun 700-778).
4. Abad ke-18, muncul istilah Kimia Modern. Dipelopori oleh ahli kimia Perancis Antoine Laurent Lavoisier (tahun 1743-1794) yang berhasil mengemukakan hukum kekekalan massa.
5. Tahun 1803, seorang ahli kimia Inggris bernama John Dalton (tahun 1766-1844) mengajukan teori atom untuk pertama kalinya. Sejak itu, ilmu kimia terus berkembang pesat hingga saat ini.

PERGESERAN POSISI KESTIMBANGA

Nama  : Irfan Sidik (41614110109)

Nama : Eddy  (41614110110)
 
 

AZAS LE CHATELIER


Menurut  Azas Le Chatelier  tentang  PERGESERAN POSISI KESETIMBANGAN

          A  +  B   >>    C  +  D  

         artinya Dari kiri ke kanan, berarti A bereaksi dengan B memhentuk C dan D, sehingga jumlah mol A dan B berkurang, sedangkan C dan D bertambah

         Dari kanan ke kiri, berarti C dan D bereaksi membentuk A dan B. sehingga jumlah mol C dan D berkurang, sedangkan A dan B bertambah




Perubahan Konsentrasi pergeseran posisi kestimbangan


         Dengan rumus  2SO2(g) + O2(g)  «   2SO3(g)

         Jika konsentrasi pereaksi diperbesar maka setimbang akan bergerak ke kanan.

         Jika konsentrasi pereaksi diperkecil maka setimbang akan bergerak ke kiri
 
 
perubahan volume atau tekanan

         Dengan tumus  N2(g) + 3H2(g)  «   2NH3(g)

          Setelah itu  Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperbesar = volume diperkecil, maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan

         Dan  Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperkecil = volume diperbesar, maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri.
 
Perubahan suhu

         Dengan rumus  2NO(g) + O2(g) «  2NO2(g)  dH = -216 kJ

         Bila pada sistem kesetimbangan subu dinaikkan, maka kesetimbangan reaksi akan bergeser ke arah yang membutuhkan kalor (ke arah reaksi endoterm).

         Bila pada sistem kesetimbangan suhu diturunkan, maka kesetimbangan reaksi akan bergeser ke arah yang membebaskan kalor (ke arah reaksi eksoterm).

PERGESERAN POSISI KESETIMBANGAN


PERGESERAN POSISI KESTIMBANGAN

Nama  : Irfan Sidik (41614110109)

Nama : Eddy  (41614110110)


AZAS LE CHATELIER




Menurut  Azas Le Chatelier  tentang  PERGESERAN POSISI KESETIMBANGAN

          A  +  B   «    C  +  D  

         artinya Dari kiri ke kanan, berarti A bereaksi dengan B memhentuk C dan D, sehingga jumlah mol A dan B berkurang, sedangkan C dan D bertambah

         Dari kanan ke kiri, berarti C dan D bereaksi membentuk A dan B. sehingga jumlah mol C dan D berkurang, sedangkan A dan B bertambah.



Perubahan Konsentrasi


Perubahan Konsentrasi pergeseran posisi kestimbangan


         Dengan rumus  2SO2(g) + O2(g)  «   2SO3(g)

         Jika konsentrasi pereaksi diperbesar maka setimbang akan bergerak ke kanan.

         Jika konsentrasi pereaksi diperkecil maka setimbang akan bergerak ke kiri

Perubahan volume atau tekanan 

  
perubahan volume atau tekanan

         Dengan tumus  N2(g) + 3H2(g)  «   2NH3(g)

          Setelah itu  Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperbesar = volume diperkecil, maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan

         Dan  Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperkecil = volume diperbesar, maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri.

 Perubahan suhu  

  
Perubahan suhu

         Dengan rumus  2NO(g) + O2(g) «  2NO2(g)  dH = -216 kJ

         Bila pada sistem kesetimbangan subu dinaikkan, maka kesetimbangan reaksi akan bergeser ke arah yang membutuhkan kalor (ke arah reaksi endoterm).

         Bila pada sistem kesetimbangan suhu diturunkan, maka kesetimbangan reaksi akan bergeser ke arah yang membebaskan kalor (ke arah reaksi eksoterm).