Review jurnal dari :
Bio Energi
Berbasis Jagung dan Pemanfaatan Limbahnya
Teguh Wikan
Widodo, A. Asari, Ana N.dan Elita, R.
Balai Besar
Pengembangan Mekanisasi Pertanian Serpong
Badan
Litbang Pertanian, Departemen Pertanian
Tromol Pos 2
Serpong, Tangerang 15310 BANTEN
Tel.: (021)
537 6780, Fax: (021) 537 6784
Email: teguh_wikan_widodo@yahoo.com
Abstrak
Berdasarkan karakteristik fisik
dan kimianya, tanaman jagung (Zea mays) memiliki banyak kegunaan, berpotensi
sebagai sumber bio energi dan produk samping yang bernilai ekonomis tinggi.
Pemanfaatan jagung dan limbahnya sebagai sumber bio energi dengan teknologi
konversi energi yang ada saat ini, di antaranya adalah (1)sebagai bahan bakar
tungku untuk proses pengeringan atau pemanasan, (2) sebagai bahan bakar padat
untuk proses pirolisis dan gasifikasi, (3) sebagai bahan baku pembuatan ethanol
dan (4) sebagai bahan baku potential pembuatan biodiesel. Meskipun pemanfaatan
limbah jagung dan turunan produk berbahan baku jagung sebagai sumber energi
terbarukan cukup potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Pemanfaatan limbah
jagung masih menghadapi banyak kendala seperti lokasi produksi jagung yang
tersebar dan densitas kamba yang kecil sehingga biaya transportasi untuk
mengumpulkan bahan baku cukup tinggi. Keberhasilan dalam meningkatkan
produktivitas tanaman jagung, diperlukan pula diversifikasi pemanfaatan
produknya agar nilai ekonomisnya meningkat.
Kata kunci :Teknologi Konversi, energi terbarukan, biomasa,
jagung
1. Pendahuluan
Kenaikan harga bahan bakar minyak
dan menipisnya cadangan sumberminyak bumi di Indonesia dapat menjadi penghambat
pembangunan pertanian berkelanjutan. Atas dasar masalah tersebut, maka
diperlukan upaya untuk mencari sumber-sumber energi alternatif. Salah satu
potensi energi alternatif adalah limbah biomasa yang dihasilkan dari aktivitas
produksi pertanian yang jumlahnya sangat besar.
Biomasa bersifat mudah
didapatkan, ramah lingkungan dan terbarukan. Potensi limbah biomassa terbesar
adalah dari limbah kayu hutan, kemudian diikuti oleh limbah padi, jagung, ubi
kayu, kelapa, kelapa sawit dan tebu. Secara keseluruhan potensi energi limbah biomassa
Indonesia diperkirakan sebesar 49.807,43 MW. Dari jumlah tersebut, kapasitas
terpasang hanya sekitar 178 MW atau 0,36% dari potensi yang ada (Hendrison,
2003; Agustina, 2004). Selain sebagai sumber energi biomasa, limbah jagung
dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak dan pupuk kompos.
2.
Potensi
Limbah Jagung Untuk Energi Terbarukan
Jagung (Zea mays)
adalah merupakan tanaman pangan yang penting di Indonesia. Pada tahun 2006,
luas panen jagung adalah 3,5 juta hektar dengan produksi rata-rata 3,47ton/ha,
produksi jagung secara nasional 11,7 juta ton. Menurut Prasetyo (2002) limbah
batang dan daun jagung kering adalah 3,46 ton/ha sehingga limbah pertanian yang
dihasilkan sekitar 12.1juta ton. Dengan konversi nilai kalori 4370 kkal/kg
(Sudradjat, 2004) potensi energi limbah batang dan daun jagung kering sebesar
66,35 GJ. Namun, limbah jagung memiliki banyak kegunaan,diantaranya adalah
untuk pakan ternak, dalam hal ini pemerintah telah mencanangkan program
pengembangan peternakan secara terintegrasi (Crop Livestock System/CLS).
penggunaan tongkol jagung untuk keperluan bahan bakar sekitar 90% sedangkan limbah
batang dan daun sekitar 30% dari potensi yang ada.
3.
Bentuk-bentuk
energi terbarukan dari jagung
Sumber
energi terbarukan yang berasal dari komoditas jagung di Indonesia belum
dimanfaatkan secara optimal. Studi mengenai pengembangan potensi sumber energi
terbarukan yang berasal dari komoditas jagung telah dilakukan di berbagai
negara. Potensi pemanfaatan dan pengembangan sumber energi terbarukan tersebut
diantaranya adalah sebagai berikut:
·
Bahan
bakar padat
Sifat tongkol jagung yang memiliki kandungan
karbon yang tinggi.
·
Bahan
padat untuk proses pirolisa dan gasifikasi
Gas yang terbentuk dapat dipergunakan untuk
menghasilkan udara panas, menggerakkan motor atau membangkitkan tenaga listrik.
·
Ethanol
dan 2,3 butanadiol
Biomasa mengandung selulosa dan hemiselulosa.
Produk akhir dari hidrolisaselulosa adalah glukosa. Glukosa dikenal sebagai
gula dengan 6 gugus karbon (dapatdifermentasi) sedangkan bagian hemiselulosa
adalah D-xylosa adalah gula dengan 5 gugus karbon.D-xylosa adalah jumlah gula
nomor dua terbanyak di alam dan bahan potensial untuk makanan dan bahan bakar.
·
Biodiesel
Biodiesel merupakan alternative energi
bahan bakar solar yang sumber-sumbernya berasal dari minyak sayur (vegetable
oil) dan lemak hewani (animal fat). Minyak dan lemak secara umum bersifat
water-insoluble; namun terdapat kandungan bahan-bahan hydrophobic yang berasal
glycerol dan fatty acids yang dikenal dengan nama triglycerides (Ma &
Hanna,1999). Secara umum ada empat cara pemanfaatan dan pembuatan biodiesel,
yaitu: (1)minyak digunakan langsung atau sebagai bahan campuran, (2)
microemulsi, (3)
pirolisa, (4) transesterifikasi (Ma &
Hanna,1999)
·
Pemanfaatan
limbah jagung dan pengembangan produk samping
Jagung memiliki banyak kegunaan,
diantaranya yaitu: daun sebagai hijauan pakan ruminansia, biji jagung sebagai
sumber energi ternak unggas, sedangkan limbah jagung lainnya seperti kulit
jagung, bonggol jagung dan dedak jagung dapat dimanfaatkan sebagai pakan
ternak. Pemanfaatan tongkol jagung untuk pakan ternak melalui proses fermentasi
dengan cara mencampur tongkol jagung dengan bakteri trikoderma dan gula pasir
(Prasetyo, 2002; Ditjen. Peternakan, 2003).
Beberapa ragi seperti Candida polymorpha
dan Pichia miso secara aerob dapat merubah D-xylose mejadi xylitol sebagai
produk utamanya dengan efisiensi konversi
mencapai 90%. Penemuan ini membanggakan karena xylitol adalah suatu gula
alkohol yang merupakan pemanis alami yang terdapat dalam jumlah kecil pada berbagai
varietas buah-buahan dan sayuran. Xylitol tidak membentuk asam dan digunakan
sebagai gula substitusi bagi penderita diabetes. Xylitol sering dipakai sebagai
bahan permen karet dan pasta gigi.
4.
Kesimpulan
Dapat di simpulkan bahwa manfaat tanaman
jagung sangant lah banyak dan memiliki kandungan-kandungan yang sangat
bermanfaat untuk kita
5.
Daftar
Pustaka
Agustina, S. E. 2004. Biomass Potential as
Renewable Energy Resources in Agriculture. Proceedings of International Seminar
on Advanced Agricultural Engineering and Farm Work Operation. Bogor, 25-26
August 2004.
Alkuino E.L. 2000. Gasifying farm wastes as
source of cheap heat for drying paddy and corns. International Rice Research
Organisation. Philipines.
Anon. 2002. Melirik Ethanol Sebagai
Alternatif Bahan Bakar. http://www.indomedia.com/Intisari/2002/01/khas_infotekno_tebar1.htm
Aye, L., Charters W.W.S., Suwono, A. 1999.
Biomass Fuels and Usage Patterns in Australia. Proceeding International Power
and Energy Conference (INT-PEC). 26 Nov−6 Dec 1999.
Ditjen. Pengembangan Peternakan, Dirjen.
Bina Produksi Peternakan, Departemen Pertanian, 2003. Pengembangan Kawasan
Agribisnis Berbasis Peternakan. http://www.bangnak.dijennak.go.id/
Euken, Jill and Sullivan, Tim. Using Corn
Cob Creatively. www.ciras.iastate.edu/iof
Hendrison M., Rahayu Dwi Hartati, Endang
Lestari. 2003. Untung Rugi Indonesia Meratifikasi Protokol Kyoto Ditinjau Dari
Sektor Energi. Majalah P3TEK. http://www.p3tek.com/content/publikasi/2003/publikasi03.htm